Dinas P3AP2KB Paluta Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMAN 1 Gunungtua

PALUTA || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar sosialisasi “Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak” di SMA Negeri 1 Gunungtua, Senin (18/05/2026).

 

Iklan Banner

Kegiatan tersebut menghadirkan Kanit PPA Polres Tapanuli Selatan, Brigadir Sri Ayumi Matondang, S.H., sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti para siswa dan tenaga pendidik dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya kekerasan terhadap anak serta langkah-langkah pencegahannya di lingkungan sekolah maupun keluarga.

 

Iklan Banner

Plt Kepala Dinas P3AP2KB Paluta, H. Awaluddin Jamin Harahap, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Berlinda Siregar, SKM., M.K.M., menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius yang harus dicegah bersama.

 

Iklan Banner

Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa yang wajib mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan lingkungan yang sehat untuk tumbuh dan berkembang.

 

“Pencegahan kekerasan terhadap anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum saja, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua, sekolah, masyarakat hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, edukasi sejak dini sangat penting agar anak mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, psikologis maupun kekerasan seksual. Selain itu, anak juga perlu diberikan keberanian untuk melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan kekerasan.

 

Sementara itu, Kanit PPA Polres Tapsel Brigadir Sri Ayumi Matondang, S.H., dalam pemaparannya menjelaskan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak yang saat ini banyak terjadi, termasuk perundungan (bullying) dan kekerasan melalui media sosial.

 

Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua maupun guru agar anak tidak merasa takut atau tertekan ketika menghadapi persoalan.

 

“Anak harus diberikan ruang untuk bercerita. Jangan sampai mereka merasa sendirian ketika mengalami tekanan atau tindakan kekerasan. Peran keluarga dan sekolah sangat penting sebagai tempat perlindungan pertama bagi anak,” jelasnya.

 

Sri Ayumi juga mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan media sosial dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia mengajak para pelajar untuk saling menghormati, menjaga pergaulan, serta tidak melakukan tindakan bullying dalam bentuk apa pun.

 

Kepala SMA Negeri 1 Gunungtua, Derliana Pane, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga diri dan menghormati sesama.

 

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan karena sangat bermanfaat bagi siswa dalam memahami cara mencegah kekerasan serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” katanya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang ramah anak serta meningkatnya kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak di Kabupaten Padang Lawas Utara.(DsP)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

PembaharuanTodays.com

Merupakan Media Online dengan mengutamakan informasi yang Cerdas, Akurat dan Berimbang