PALUTA || Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Reski Basyah Harahap bergerak cepat meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Sitopayan dan Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Minggu (26/4/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk respons tanggap darurat pemerintah daerah menyusul tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Dr. Patuan Rahmat Hasibuan, Plt Kepala Dinas PUTR Hendrik Gunawan Harahap, ST, M.Si, serta jajaran PUTR, BPBD dan instansi terkait lainnya. Kehadiran rombongan disambut warga yang terdampak, sekaligus menjadi momen untuk melihat langsung kondisi kerusakan infrastruktur di lapangan.

Di hadapan para pejabat teknis, Bupati menegaskan agar penanganan longsor segera dilakukan tanpa menunda waktu. Ia menekankan pentingnya percepatan perbaikan demi menjaga kelancaran akses transportasi serta aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita minta agar secepatnya dilakukan penanganan supaya mobilitas warga tetap lancar dan perekonomian masyarakat tidak terhambat,” tegas Reski Basyah Harahap saat berada di lokasi longsor.
Berdasarkan data sementara, longsor di Desa Sitopayan memiliki kedalaman sekitar 3 meter dengan panjang mencapai 12 meter. di Desa Gunung Manaon, longsor tercatat memiliki ketinggian sekitar 4 meter dengan panjang mencapai 37 meter, yang berpotensi memperparah kerusakan jika tidak segera ditangani.
Kepala Dinas PUTR Paluta, Hendrik Gunawan Harahap, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis penanganan, di antaranya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di titik-titik rawan longsor. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya longsor susulan serta menjaga stabilitas badan jalan.
Selain longsor, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Lawas Utara. Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi lintas sektor guna meminimalisir dampak bencana yang lebih luas.
Pemkab Paluta juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat melalui pemerintah desa atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi infrastruktur sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah ancaman bencana alam yang masih berpotensi terjadi. (DsP)
